KEMANTREN MERGANGSAN GELAR WORKSHOP PENCEGAHAN & PENGENDALIAN PENYAKIT

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Sebelum era pandemi covid19, trend penyakit penyebab kematian di segala umur (berdasar sistem regitrasi sampel litbangkes) adalah stroke, jantung koroner, Diabetes Melitus dengan komplikasi, Tuberkulosis, Hipertensi dengan Komplikasi dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Di era pandemi covid19 yang belum kunjung usai seperti ini, masyarakat pengidap penyakit tersebut menjadi lebih rentan. Bahkan jika dinyatakan positif covid, penyakit komorbid cenderung bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan pada pasien, sehingga menghambat penyembuhan.

Jumat, 21 Mei 2021 bertempat di Ruang Mufakat Kemantren Mergangsan, dalam rangka memaknai Kebangkitan Nasional, Kemantren Mergangsan bekerjasama dengan RS Bhayangkara Polda DIY, menggelar Workshop Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular & Tidak Menular. Dalam sambutannya, Mantri Pamong Praja Kemantren Mergangsan, Ibu Rini Rahmawati, S.IP, M.IP menyampaikan bahwa Covid 19 bukanlah satu-satunya penyebab kematian dini di Kota Yogyakarta khususnya Mergangsan, maka investasi paling potensial di era pandemi covid19 adalah pencegahan dan pengendalian penyakit. Kebangkitan Nasional di era pandemi covid19 harus selalu dimulai dari bangkitnya semangat diri untuk sehat ataupun sembuh dari segala penyakit. Workshop yang diikuti oleh kader kelurahan siaga, kader posyandu, PKK dan tokoh-tokoh masyarakat se-kemantren Mergangsan ini diharapkan mampu menambah ilmu pengetahuan masyarakat tentang faktor resiko maupun strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Covid dan berbagai aturan PPKM tidak boleh menurunkan semangat berbagai lini untuk terus berikhtiar mewujudkan kehidupan masyarakat yang sehat. Sharing ilmu, komunikasi, berbagi informasi dan mengedukasi masyarakat untuk terus melakukan germas harus terus dilakukan, maka workshop kali ini pun digelar secara offline maupan secara online.

Hadir Kepala Puskesmas Mergangsan drg. Risa Dhiana Permanasari yang menyampaikan tentang trend penyebaran penyakit di wilayah Mergangsan baik yang menular maupun tidak. Hipertensi, DM dan TB menjadi angka tertinggi penyebaran penyakit yang ada di Mergangsan.
dr. Syamsu Tatang Triyuwanto dari RS Bhayangkara Polda DIY sebagai pemateri workshop menyampaikan secara detail gejala maupun strategi penanganan Hipertensi, DM, dan TB. Beliau juga menyampaikan bahwa obat bukan satu-satunya pengendalian penyakit. Perubahan perilaku hidup sehat juga harus dilakukan seperti mengkonsumsi sayur dan buah, mengendalikan konsumsi gula dan garam, olahraga teratur, istirahat yang cukup, serta menghindari konsumsi rokok maupun alkohol.

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, pendekatan keluarga dan GERMAS diarahkan pada upaya to detect (deteksi) yang merupakan upaya deteksi dan diagnosis dini penyakit; to prevent (mencegah) yang merupakan upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya penyakit; upaya to response (merespon) yang dilakukan dengan menangani kejadian penyakit, penggerakan masyarakat, dan pelaporan kejadian penyakit; to protect (melindungi) yang merupakan upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko terpapar penyakit menular dan tidak menular; dan to promote (meningkatkan) yang merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sehingga tidak mudah terpapar penyakit menular dan tidak menular.